Tentang Outline dan Pencegahan "Macet" Menulis

Pelatihan menulis, tetap menarik dibawah kendali pakar literasi Dr. Ngainun Naim. Materi tip dan trik menulis hampir tidak pernah membosankan dengan nara sumber Ketua LP2M IAIN Tulungagung ini.

Hari itu, Minggu 4 April 2020 dalam sebuah perhelatan diklat literasi yang diselenggarakan oleh Fatayat NU Tulungagung, beliau kembali memberikan petunjuk teknis menulis di hadapan peserta diklat. Diklat yang dilaksanakan di Aula Dispendikpora Kab. Tulungagung itu, diikuti sekitar 50 peserta dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

"Sebelum menulis, sebaiknya seorang penulis  menyiapkan outline" Kata Pak Naim, sebutan akrab beliau. Outline adalah garis besar dari apa yang akan kita tulis. Outline berisi poin utama dari naskah yang akan kita tulis. Ini semacam "ancar-ancar" penulis untuk menuangkan pikiran kita.

Dalam sebuah outline, umumnya terdapat beberapa poin wajib. Pendahuluan/prolog, isi, dan penutup atau kesimpulan. Isi bisa terdiri dari beberapa poin utama materi yang kita tulis. Tentu saja tergantung materi utama yang hendak kita tulis.

Ouline sebuah tulisan sangat penting untuk menjaga agar tulisan kita tetap on the track. Selain itu sangat bermanfaat untuk mengarahkan penulis fokus pada materi tulisan. Outline sangat membantu para penulis pemula agar tidak mengalami writer's block.

Writer's block atau kemandegan pada saat menulis. Para penulis yang belum terampil akan sangat terganggu dengan kondisi ini. Jika writer's block terjadi berkali-kali dimungkinkan penulis penulis pemula akan patah semangat dan pada akhirnya berhenti menulis.

Pada setiap penulis outline dapat dibuat secara berbeda. Seorang penulis mungkin menyukai outline dalam bentuk tabel. Penulis lain lebih menyukai outline dalam bentuk numbering.


Menulis, Aku Kangen


Lebih dari 1 bulan, aku tidak mengunjungi blog-ku sendiri. Jika dikumpulkan, lebih dari "satu ember" alasan yang bisa kuberikan. Urusan sekolah, kegiatan masyarakat, urusan rumah tangga dan pekerjaan, dan banyak lagi yang lainnya. Urusan-urusan yang bukan urusanku saja, juga bisa menjadi tambahan alasan untuk menjadikannya lebih dari satu ember. Hehe...

Sebenarnya, tidak ada yang dirugikan juga, kecuali aku sendiri. Betapa tidak, hal ini berarti produktivitasku akan berkurang. Satu hari satu tulisan tidak lagi pernah tercapai. Bagaimana bisa genap tiga ratus enam puluh artikel dalam satu tahun jika tidak lagi setiap hari aku menullis? Terngiang kembali dawuh para ulama, menjaga istikomah memang sangat berat adanya.

Mengapa tidak berhasil menulis?

Ada beberapa alasan mengapa orang tidak berhasil menjaga konsistensinya dalam menulis, antara lain:

Pertama, tidak fokus. Siapapun kita, apapun kita, dimana pun kita, fokus tetap menjadi sesuatu yang sangat penting. Fokus menulis sebenarnya tidak memerlukan banyak waktu. Sepuluh sampai lima belas menit dapat menghasilkan lebih dari 200 kata jika kita fokus. Sebaliknya, tanpa fokus yang kuat, seharipun tidak akan cukup untuk menulis lima paragraf.

Kedua, gangguan. Setiap kita akan menghadapi gangguan yang bisa saja datang dari mana saja, atau dari siapa saja. Pas konsentrasi hampir selesai, tiba-tiba tamu datang, anak menangis, listrik padam, laptop hang, atau tiba-tiba tetangga memutar musik cadas yang keras dengan sound system 10.000 mega watt. Byar....! Buyarlah semua. Gagal maning...gagal maing. 

Oleh karena itu, tidak saja kemampuan merangkai kata, menginisiasi kalimat, atau menyusun paragraf yang diperlukan penulis, tapi juga kemampuan mengelola "gangguan" yang bisa datang darimana saja dan kapan saja.

Ketiga, kehilangan ide. Yah, ide memang dapat datang darimana saja. Tetapi, pada umumnya kita tidak segera menuliskan ide yang kita dapatkan secara cepat untuk secepatnya pula menjadi tulisan. Sehingga, kita kehilangan ide itu lagi ketika sudah datang tema lain diwaktu berikutnya. Maka, sesegera mungkin menuliskan ide, atau paling tidak mencatatnya menjadi sebuah outline tulisan, akan menjadi cara yang menarik untuk tidak kehilangan sesuatu yang berharga.

Keempat, kurang bahan. Mengapa sampai kekurangan? Ibarat toko, jika setiap hari kita menjual barang tanpa "kulakan", ya habislah dagangan kita. Saatnya kita menambah stok barang toko kita, dengan membaca, melihat, mengamati, bahkan membuat pengalaman baru. Membaca membuat kita kaya dengan kata-kata dan kalimat. Dari kata-kata sumber baca kita itu, akan sangat mudah bagi kita untuk memodifikasinya menjadi kata-kata dan kalimat kita sendiri dengan ciri khas yang kita miliki.

Apakah ini plagiat? Tentu tidak. Selama kita sudah memodifikasinya, mengembangkan ide dasarnya, merangkai kalimatnya dengan kalimat-kalimat baru kita, tentu ini sudah termasuk dalam ATM (amati, tirukan, dan modifikasi), hehe.

Melihat, mengamati, bahkan mengalami sendiri berbagai hal dalam kehidupan, tentu juga akan menjadi sumber ide menulis yang sangat banyak. Melihat, mengamati, dan mengalami sendiri berbagai kejadian dalam hidup tentu membuat kita lebih mudah menuangkannya dalam tulisan daripada hanya membayangkannya saja. Kita tinggal menuliskan apa yang kita lihat, amati, dan alami, maka jadilah tulisan kita. Semoga.



Brain Fog

Pernah mengalami "blank"? Atau tiba-tiba lupa ingin mengatakan sesuatu, pada saat kita sedang bercakap-cakap dengan teman kita. Bahkan, sesuatu yang semua orang sebenarnya tahu seperti benda-benda yang ada di sekitar kita, nama orang-orang yang kita kenal dengan baik, atau istilah yang sering digunakan? Jika iya, saat itulah anda mengalami brain fog.

Atau suatu saat mungkin anda sedang bercerita. Tiba-tiba anda lupa mengatakan sesuatu. Menyebut suatu barang, nama, tempat, dan sebagainya. Sehingga, muncul kata-kata : "apa...itu..., aduhh...apa...". Dan, semakin anda berusaha mengingat, hati anda akan semaking gundah gulana. Karena, pada akhirnya tidak akan ingat juga!

Sebagaimana dilansir di https://www.sehatq.combrain fog adalah Brain fog adalah sebuah gejala yang dapat memengaruhi kemampuan Anda dalam berpikir. Anda mungkin akan merasa kebingungan, sulit fokus, dan kacau ketika tidak dapat menyebutkan hal yang ingin Anda ucapkan. 

Penyebab brain fog

Menurut https://www.sehatq.com disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:

1. Stres

Stres kronis dapat meningkatkan tekanan darah, melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan memicu kelelahan mental. Saat otak Anda lelah, maka Anda menjadi lebih sulit untuk berpikir, menggunakan nalar, dan berkonsentrasi.Selain itu, apabila Anda menderita sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome), maka Anda sangat mungkin mengalami brain fog. Penderita sindrom ini selalu merasa tubuh dan pikirannya selalu lelah sepanjang waktu. Akibatnya, ia sering kebingungan dan pelupa. Tidak ada obat yang diketahui dapat menyembuhkan sindrom kelelahan kronis, tetapi Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau psikolog untuk mendapatkan penanganan tepat. Anda juga bisa melakukan olahraga ringan untuk membantu proses penyembuhan.

2. Kurang tidur

Kualitas tidur yang buruk juga dapat mengganggu kinerja otak. Waktu tidur yang kurang maupun yang berlebihan sama-sama memberi efek yang kurang baik bagi otak, seperti brain fog. Cobalah untuk tidur 8-9 jam setiap malam. Hindari konsumsi kafein di sore hari dan pastikan Anda tidak lagi bermain gadget menjelang jam tidur. 

3. Perubahan hormon

Perubahan hormon juga dapat memicu brain fog. Saat hamil, kadar hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh wanita meningkat. Perubahan ini dapat memengaruhi memori dan menyebabkan gangguan kognitif jangka pendek. Hal ini juga terjadi pada wanita yang sudah menopause. Berkurangnya kadar estrogen saat menopause membuat para wanita mengalami brain fog. Biasanya hal ini terjadi satu tahun setelah siklus menstruasi terakhir atau sekitar usia 50 tahun. 

4. Menjalani diet

Nutrisi yang dikonsumsi juga berkaitan dengan kabut otak. Kekurangan vitamin B12 disebut dapat memengaruhi fungsi otak dan menyebabkan brain fogBila Anda memiliki alergi terhadap makanan tertentu, kabut otak dapat terjadi setelah Anda mengonsumsi alergen, seperti MSG, aspartam, kacang, maupun produk susu (dairy product). Menghindari makanan pemicu dapat membantu mengurangi terjadinya kabut otak.

5. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Jika Anda mengalami brain fog setelah mengonsumsi obat, coba sampaikan keluhan Anda ini pada dokter. Bisa saja brain fog merupakan efek samping dari obat tersebut. Dokter akan mengurangi dosis atau menggantinya dengan obat lain untuk membantu mencegah terjadi brain fog.Pengobatan kanker seperti kemoterapi yang menggunakan jenis obat yang kuat juga dapat menyebabkan kabut otak yang sering disebut chemo brain. Pasien kanker yang menjalani kemoterapi akan kesulitan mengingat hal-hal detail seperti nama atau tanggal, tidak bisa multitasking, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Kondisi ini biasanya akan berlalu dengan cepat, tetapi sebagian orang dapat terpengaruh untuk waktu yang lama setelah perawatan. 

6. Kondisi medis

Kondisi medis seperti peradangan (inflamasi), kelelahan, atau perubahan kadar glukosa darah ternyata juga dapat menyebabkan kelelahan mental. Penderita fibromyalgia juga dapat mengalami brain fog yang sama setiap hari.
Berbahayakan brain fog?

Dalam kondisi biasa, tidak sangat sering terjadi, atau tidak terlalu "parah" lupanya, brain fog tidak perlu dikhawatirkan. Anda mungkin hanya perlu refreshing, melepaskan penat, mengalihkan perhatian pada hal-hal lain yang lebih santai, dan mengurangi stress. Pada saatnya, kondisi itu akan membaik dengan sendirinya. 

Namun, jika kondisi itu telah mengganggu fokus anda, maka perlu kiranya melakukan beberapa hal agar kondisinya tidak semakin parah.

  • Tidur 8-9 jam setiap malam
  • Mengendalikan stres dengan memahami batasan diri
  • Mengurangi kafein dan alkohol
  • Olahraga
  • Melatih kekuatan otak dengan senam otak, menjawab teka-teki, bermain puzzle, atau permainan lain yang baik untuk fungsi kognitif
  • Melakukan hobi
  • Memastikan menu makanan mengandung gizi seimbang



Mengapa Maulid?

 

 gambar : PIXABAY/matponjot


Meskipun dulu, tidak terlalu banyak kontroversi, namun akhir-akhir ini peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw banyak dipersoalkan oleh kelompok-kelompok tertentu. Alasannya antara lain Nabi Muhammad Saw tidak pernah melaksanakan maulid, para sahabat juga demikian, maulid adalah perbuatan bid'ah dimana semua bid'ah adalah dholalah, dan seterusnya. Sementara kelompok-kelompok yang sudah mentradisikan maulid juga memiliki dasar pemikiran yang semakin menguatkan mengapa mereka melaksanakan maulid.

Mauulid Nabi Muhammad Saw adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad Saw, yang dilaksankan setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Menurut sejarah, Nabi Muhammad Saw dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal pada tahun yang terkenal dengan "tahun gajah" karena pada saat itu terjadi penyerangan ke kota Mekkah oleh tentara bergajah yang dipimpin oleh Raja Abrahah yang tujuannya menghancurkan Ka'bah. Namun Allah Swt menurunkan burung "ababil" yang menyerang tentara Raja Abrahah sehingga tentara bergajah itu hancur lebur seperti daun di makan ulat.

Maulid Nabi Muhammad Saw, dilaksananakan dengan banyak tujuan. Pertama, mengingatkan umat Islam akan perjuangan Nabi Muhammad Saw sehingga timbul mahabbah kepada beliau. Meskipun namanya maulid, tujuannya bukan hanya mengingat hari kelahirannya saja. Tetapi sosok beliau, kemuliaan beliau, sirah beliau, dan seterusnya sehingga timbul mahabbah kepada beliau.

Maulid sangat diperlukan sekarang ini. Arus informasi yang mengalir deras di kalangangan masyarakat dan umat Islam, seringkali melupakan umat pada nabinya. Generasi muda lebih hafal nama-nama pemain sepak bola, bahkan sejarah hidupnya. Tapi apakah mereka masih mengingat sejarah hidup dan perjuangan Nabi Muhamad Saw. Anak-anak lebih suka melihat cerita-cerita di film kartun, daripada mendengar kisah perjalanan dan perjuangan menyebarkan agama Islam oleh Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya. Bukankah hal ini menjadi keprihatinan kita semua?

Kedua, maulid adalaha wahana. Wahana untuk beribadah. Bersedekah, bersilaturahim, membaca sholawat, mengaji, dan sebagainya. Semua tampak pantas dan pas dilakukan pada saat merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw. Dengan tujuan memperingati Maulid Nabi Muhamad Saw orang-orang kaya mengeluarkan sedekahnya, untuk memberi makan kepada tetangga dan saudaranya. Si kaya si miskin bersatu dalam suatu forum yang tujuannya untu memuliakan Nabi Muhammad Saw.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw juga wahana yang tepat sekali, untuk membaca sholawat. Bukankah sholawat sangat dianjurkan dalam Islam? Bukankah membaca sholawat juga akan mendatangkan kebaikan bagi umat Islam? Bukankah dengan sholawat kita dapat menunjukkan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Saw?

Di forum-forum maulid, kita melihat para ulama mengaji, para kiai menyampaikan pesan-pesan kebaikan, so what? Apalagi yang harus dipersoalkan? Apakah maulid dapat dianggap menciptakan ibadah baru yang tidak pernah dilaksanakan oleh oleh nabi? Tentu tidak, karena maulid hanya wasilah, wahana dan momentum untuk memperbarui dan meningkatkan kecintaan kita kepada Nabi Muhamamd Saw.

Ketiga, maulid adalah berkisah, yaitu momentum yang tepat untuk menceritakan kisah sejarah dan kemuliaaan Nabi Muhammad Saw. Beliau adalah uswatun hasanah, tapi bagaimana cara mencotoh beliau? Apa saja yang harus dicontoh dari beliau? Pada peringatan maulid itulah, salah satu momentum yang tepat, untuk menceritakan kemuliaan akhlak yang dapat dicontoh oleh kita semua. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw tahun 1442 H, semoga kita dapat meneladani akhlak mulia beliau sehingga kita dapat terverifikasi sebagai Umat Muhammad Saw. Allohumma sholli ala sayyidina Muhammad! 

Bersabar dan Bersyukur

gambar : suaraislam.id


Allah Swt menciptkan keindahan di semua hal. Hanya saja, kadang kita tidak bisa melihatnya secara jernih. Mengapa? Mungkin karena hati kita telah banyak dikotori penyakit hati, atau ruhani kita telah dipenuhi oleh persoalan-persoalan hidup yang tampak rumit meskipun sesungguhnya tidak. Siapa saja, kapan saja, dimana saja, dapat melihat keindahan dan mensyukurinya, ketika ia ridlo dengan apa yang telah ditetapkan Allah Swt kepada-Nya.

Pada ketetapkan Allah Swt, tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali menerimanya. Allah Swt melakukan apa saja yang Allah Swt mau, dan meninggalkan apa yang ingin ditinggalkan-Nya. Tidak ada aturan yang mengikatnya, tidak ada sesuatu yang dapat mencegah apa yang dimaui-Nya, tidak dapat mempengaruhi apapun terhadap keputusanNya. Kalau Allah Swt menghendaki sesuatu terjadi, maka jadilah ia, demikian pula sebaliknya.

Manusia adalah makhluk lemah, maka ia harus menyadari kelemahannya. Kalau saja manusia memiliki suatu kekuatan, bukan berarti ia kuat dari dalam dirinya. Tetapi, ia kuat, ia mampu, ia pandai, ia hebat, karena diberikan kekuatan, kemampuan, kepandaian, dan kehebatan dari Allah Swt. Orang-orang beriman harus meyakini itu, agar ia tidak menyombongkan kelebihan yang dimilikinya. Sebab, justru kesombongan itulah yang akan menghinakanNya.

Tidak selalu kemiskinan membuat orang terhina. Bisa jadi, karena kemiskinannya justru seseorang dimuliakan orang lain, bahkan dimuliakan oleh Allah Swt. Mengapa? Orang mukmin miskin dan sabar, akan mendapatkan penghargaan dari Allah Swt karena kesabarannya. Apalagi, jika ia tetap dapat menjaga ibadahnya dalam kemiskinan seperti tetap mengerjakan sholat, puasa, bahkan zakat tetap ia bayarkan, walaupun ia harus bekerja keras untuk itu. Kita banyak mendengar cerita dan berita, bahwa kebanyakan penolong orang miskin, adalah sesamanya yang juga miskin. Sedangkan si kaya, karena ia hidup dalam sekat sosial yang kuat, justru tidak tahu, atau tidak mau tahu pada si miskin yang membutuhkan pertolongannya. 

Pada saat yang sama, kita seringkali dapat melihat rona bahagia, justru pada wajah-wajah orang miskin yang mukmin. Sebungkus nasi, segelas air, atau secuil daging kurban, dapat menyalakan lentera kebahagiaan di dalam hatinya. Dan, hal-hal yang kita pandang sangat remeh dan kecil, justru membuat si miskin merasa wow bahagianya. Sementara, betapa kita melihat di sekeliling kita, banyaknya elemen yang dibutuhkan oleh orang kaya untuk membuatnya bahagia. 

Mungkin saja, baju baru seharga lima puluh ribu, atau bahkan dua puluh lima ribu, bisa membuat orang miskin bahagia. Tetapi bagi orang kaya, tidak saja harga yang mahal yang dibutuhkan, warna yang sesuai, desain yang pas, kesesuaian dengan tema, kesesuaian dengan accessories lainnya, bahkan tidak jarang harus membutuhkan yang limited edition atau custom untuk mempersiapkan seorang kaya ke sebuah pesta. Ribet!

Namun demikian si kaya, tetap saja mendapatkan kemuliaan di hadapan Allah Swt. Jika kemuliaannya di hadapan manusia dapat dengan mudah dapat ia peroleh dengan kekayaannya, demikian juga kemuliaan di hadapan Allah Swt dapat juga ia peroleh, dengan cara mensyukuri karuniaNya. Tentu, mensyukuri tidak cukup dengan lisan, tapi juga dengan keyakinan dan tindakan. Ya, keyakinan bahwa semua yang ia dapatkan adalah karunia Allah Swt, bukan semata-mata kecanggihan upaya dan usahanya. Dan, bersyukur dengan tindakan adalah dengan membagi sebagian harta kepada orang-orang yang memang berhak menerimanya, serta membelanjakan hartanya fi sabilillah. Si Miskin bersabar, si Kaya Bersyukur. Klop!




Membuat Video Pembelajaran yang "Keren"

 


Video pembelajaran menjadi sangat trend di masa pandemi ini. Hampir semua guru didorong membuat video pembelajaran sebagai salah satu bentuk upaya "menghadirkan" para guru di rumah-rumah siswa. Melalui video pembelajaran yang menyertakan gambar para guru di dalamnya, para siswa seolah-olah berkesempatan bertemu dengan para gurunya hari itu.

Kehadiran para guru, meskipun secara visual, merupakan salah satu hal penting yang harus menjadi salah satu perhatian para guru. Mengapa? Meskipun hanya gambar, para siswa tetap akan merasa terkoneksi dengan para guru. Kesan bahwa mereka sedang liburan akan hilang dengan hadirnya visual para guru yang menjelaskan berbagai tema dan materi pembelajaran. Sehingga, anggapan bahwa mereka berlibur di masa pandemi ini akan terkikis dengan sendirinya.

Diakui atau tidak, kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) tidak serta merta menggantikan kegiatan pembelajaran itu sendiri. Efetifitas pembelajaran daring tetap tidak bisa menggantikan pembelajaran tatap muka. Apalagi dengan banyaknya kendala teknis, seperti kepemilikan smartphone yang memadai serta transmisi gambar dan ketersediaan paket data yang seringkali masih menjadi kendala. Belum lagi, kemampuan para guru dalam membuat video pembelajaran yang menampilkan visualisasi guru yang belum bagus karena kemampuan videografi yang masih lemah.

Penguatan Kompetensi Teknis

Hal utama yang harus dikuatkan adalah kemampuan teknis videografi dan desain presentasi yang dimiliki guru. Sebenarnya, bagi guru-guru yang sudah akrab dengan aplikasi presentasi seperti Microsoft Powerpoint, Prezi, Slides, Slidedog, dan lain-lain dapat digunakan guru untuk membuat presentasi yang keren. Namun hal itu belum cukup, karena para guru juga harus menguasi aplikasi pembuatan video baik yang berbasis smarphone maupun PC seperti Kinemaster, Viva Video,Video Show, Filmora, Adobe Pemiere, dan lain-lain. Oleh karena itu, kepala sekolah/madrasah sudah saatnya menjadwalkan pelatihan videografi sehingga para guru dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Beberapa tips untuk membuat video pembelajaran yang keren, sebagaimana di lansir dalam primaindisoft.com adalah sebagai berikut.

1. Membuat Konsep Video dengan Matang

Sebelum memutuskan untuk membuat video pembelajaran yang akan membuat Anda semakin antusias dalam belajar, ada baiknya untuk membuat konsep. Konsep yang matang ini akan menentukan keberhasilan dari video yang akan dibuat. Kalau video dibuat asal-asalan, materi tidak akan tersampaikan dengan baik.

2. Belajar Mengedit Video

Konten pembelajaran dengan video memang tidak mudah dibuat dan dibutuhkan dedikasi yang tinggi kalau Anda ingin membuatnya. Beberapa aplikasi edit video bisa digunakan seperti Adobe Premiere CS6.

3. Mengevaluasi Video yang Telah Dibuat

Setelah membuat video yang dibutuhkan untuk pembelajaran, jangan langsung gunakan. Anda bisa melakukan evaluasi terlebih dahulu. Evaluasi apa saja yang masih kurang dan harus ditambahkan. Setelah melalui evaluasi dan edit beberapa kali barulah media bisa digunakan.

4. Mencari Bahan Video

Anda bisa membuat media dengan menggabungkan beberapa video yang sudah ada. Misal percobaan yang ada di Youtube. Kalau ingin video orisinal, Anda bisa membuatnya sendiri dan mencari bahan yang dibutuhkan. Asal memiliki konsep yang baik, video akan mudah dibuat.

Membuat video pembelajaran tidak saja memerlukan kemampuan guru untuk mengajar, tetapi juga membutuhkan kemampuan guru untuk mengguakan teknologi yang tepat, seni videografi yang keren, serta pembuatan presentasi yang komunikatif. Oleh karena itu, para guru harus siap bekerja keras untuk meraih prestasi di masa pandemi.

Mengajarkan Kejujuran

 


Salah satu karakter penting yang harus kita tanamkan kepada anak didik adalah kejujuran. Jujur merupakan modal utama yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Kuatnya kejujuran yang kita miliki, akan membuat orang menaruh kepercayaan kepada kita. Dengan kepercayaan itu, kita dapat mengambil peran dominan dalam kehidupan sehari-sehari, mempengaruhi masyarakat dan mengajarkan kebaikan, dan membuat perubahan-perubahan baik di lingkungan tempat tinggal. Sebaliknya, orang-orang yang khianat akan dijauhi masyarakat dan kata-katanya tidak akan diindahkan.

Dahulu kala ada seorang pengembala yang suka berbohong. Ia seringkali berlebihan dalam bercanda yaitu dengan berteriak minta tolong seolah-olah ada srigala yang akan memangsa ternak gembalaannya. Pada saat orang-orang berdatangan untuk menolong, pengembala itu tertawa dan mengatakan pada orang-orang bahwa sebenarnya dia sedang mengerjai orang-orang itu. Demikian ia melakukan beberapa kali, sehingga orang-orang merasa kesal karenanya.

Pada suatu saat, gembala itu sedang bekerja mengembala ternak. Tiba-tiba segerombalan srigala benar-benar datang dan akan memangsa ternaknya. Ia pun minta tolong kepada penduduk untuk dibantu menyelematkan ternaknya. Tapi, orang-orang sudah terlanjur tidak percaya pada gembala itu, sehingga tidak bereaksi terhadap teriakkan sang gembala. Akhirnya ternak sang gembala benar-benar dimangsa srigala dan ia merasa menyesal karena selama ini telah sering berbohong.

Ilustrasi di atas menunjukkan betapa pentingnya berkata jujur. Sebaliknya, sangat berbahaya ketika kita sering berbohong. Apalagi kita tahu, bahwa suatu kebohongan hanya dapat ditutupi dengan kebohongan-kebohongan lainnya. Dengan begitu, kebohonangan kita akan menumpuk dan berkelanjutan. Oleh karena itu, para guru seharusnya merencanakan dengan matang pendidikan karakter khususnya karakter jujur ini. 

Menghargai Kejujuran

Penghargaan terhadap suatu prestasi memotivasi seseorang untuk meningkatkan prestasinya. Demikian juga penghargaan terhadap karakter baik seseorang. Selama ini siswa dihargai karena nilainya yang baik, prestasinya yang tinggi, hasil ujiannya yang mendapatkan nilai sempurna, atau ia mendapatkan suatu juara dari sebuah perlombaan. Sehingga para siswa akan termotivasi untuk belajar, berlatih, dan meningkatkan kompetensinya dalam bidang tertentu.

Tapi, sudahkah kita menghargai kejujuran? Misalnya dengan memberikan penghargaan bagi siswa yang paling jujur di kelas selama bulan tertentu, atau selama mengikuti ujian tertentu? Mungkin kalau di liga sepakbola ada team yang paling fair play, mungkin saatnya kita mengadakan penilaian dan kemudian memberikan penghargaan kepada siswa yang paling jujur di kelas atau sekolah kita. Sebaliknya, kita juga harus memberikan punishment terhadap anak-anak yang tidak jujur. Sehingga, kejujuran menjadi sesuatu yang diperhatikan dan dipentingkan anak-anak.

Selama ini, kejujuran jutru diletakkan di nomor ke sekian. Orang tua lebih menghargai anak yang mendapatkan nilai tinggi meskipun tidak jujur, daripada anak yang nilainya rendah tetapi jujur. Oleh karena itu anak-anak juga melakukan hal yang sama, yang penting nilainyanya bagus, meskipun harus mencontek.

Program Penguatan Kejujuran

Sekolah, sebagai salah satu penanggung jawab pendidikan karakter, harus merencanakan program yang baik untuk meningkatkan kejujuran siswa. Kegiatan-kegiatan seperti kantin kejujuran, pemberian penghargaan terhadap siswa yang jujur, dan penekanan pada siswa akan pentingnya kejujuran. Berbagai jenis penilaian hasil belajar juga harus benar-benar menekankan kejujuran sehingga para siswa harus dipastikan mengerjakan ujian dengan jujur. Para guru harus menekankan betapa nilai yang dicapai siswa bukan ukuran utama dalam menentukan nilai akhir, tetapi justru kejujuran siswa merupakan komponen penting dalam penilaian yang menyeluruh. Para guru juga harus memberikan punishmen yang sesuai pada anak-anak yang ketahuan mencontek, sehingga dapat menimbulkan efek jera.

Rasululullah Muhammad Saw adalah sosok teladan dalam kejujuran. Sangat tidak pantas jika umat Islam khususnya para santri dan pelajar Islam mengabaikan kejujuran. Keberhasilan dakwah Nabi Muhammad Saw tidak lepas dari konsistensi beliau menjaga kejujuran. Beliau mendapatkan julukan al amin, yang artinya orang yang dapat dipercaya, juga karena kejujuran beliau sejak kecil. Sebagai nabi dan rosul beliau juga dibekali sifat wajib siddiq, yang maknanya juga jujur. Kejujuran membawa keberkahan, sebaliknya kebohongan akan menjauhkan kita dari keberkahan itu sendiri.


Ketika Harus Memilih

Semakin meningkatnya kualitas hubungan sosial seseorang di masyarakat, berakibat meningkatnya jumlah komunitas, pertemanan, relasi sosial, dan lain-lain. Sementara itu dalam setiap komunitas kita akan memiliki agenda yang berbeda-beda. Sehingga pada suatu waktu yang sama, ada beberapa agenda yang harus kita ikuti. Dilema pun muncul, mau menghadiri acara pertama, kedua, atau bahkan sekalian tidak menghadirnya sama sekali.

Biasanya, kepentingan dinas dan pekerjaan tetap menjadi nomer satu. Kecuali ada agenda keluarga yang memang sudah menjadi rencana matang yang sudah tidak dapat ditinggalkan lagi. Agenda lainnya harus dikalahkan oleh acara dinas dan pekerjaan.

Yang menjadi persoalan adalah, bagaimana memilih agenda yang sama-sama bersifat "sunnah"?

Ada beberapa saran yang dapat dipertimbangkan, antara lain:
Pertama, perencanaan kegiatan yang lebih dulu harus menjadi prioritas. Agenda-agenda rutin dan besar, yang melibatkan banya orang atau anggota, tetap harus menjadi yang utama. Agenda dadakan harus mengalah karena memang ia yang datang belakangan.

Kedua, pertimbangan kemanfaatan yang lebih besar juga harus menjadi prioritas. Agenda rapat yang berimplikasi terhadap jalannya organisasi atau komunitas harus diprioritaskan daripada sekedar kongkow-kongkow tanpa agenda tertentu yang ditetapkan.

Ketiga, pertimbangan peran dan fungsi. Pada agenda dimana posisi kita sangat menentukan dan dominan, tetap harus diutamakan. Apalagi jika kehadiran kita sangat menentukan dalam pengambilan keputusan atau jalannya acara. Sementara kehadiran sebagai partisipan yang tidak sangat penting dapat dinomorduakan.

Bagaimanapun, ketika harus memilih, kita selayaknya berusaha memilih dengan pertimbangan yang bijaksana. Hal-hal "wajib" tetap harus didahulukan dibandingkan hal-hal yang sunnah. Jangan sampai yang sunnah apalagi makruh justru mengalahkan yang wajib. Ibarat kata, sehebat apapun kemulian shalat tahajud tetap tidak bisa mengalahkan keagungan shalat subuh. (ans)

SUDUT PANDANG




Segala sesuatu harus dipandang secara proporsional. Sudut pandang seseorang terhadap sesuatu sangat menentukan penilaiannya terhadap sesuatu itu. Orang-orang yang bijak, harus dapat memandang segala sesuatu dengan cakrawala pandang yang luas sehingga dapat melihat suatu objek dari satu sudut yang terbaik. Agar kita dapat melihat sesuatu itu dari sisi kelebihan, bukan kekurangan.

Mengapa? Melihat kelebihan menimbulakn syukur. Melihat kekurangan menghasilkan kekecewaan. Padahal pada segala sesuatu, pastilah ada kelebihan dan kekurangannya. Termasuk, ketika para guru melihat siswa-siswanya. Misalnya, apakah siswa ini yang terbaik? Bisa jadi YA, dalam satu sisi. Tapi, apakah ia juga terbaik dalam hal yang lainnya? Belum tentu.

Demikian juga melihat kekurangan siswa. Siswa ini sangat sulit diajari, tidak konsentrasi, dan pasif di dalam kelas. Nilai-nilainya jelek semua. Dalam setiap ujian, ia selalu mendapatkan nilai terendah dari semua siswa di kelas. Lantas, apakah kita dapat menjustifikasi sebagai siswa terburuk di kelas? Inilah pentingnya meletakkan sudut pandang yang tepat, dan penilaian yang holistik terhadap sesuatu.

Melihat dari Ranah yang Berbeda

Di pinggi sawah yang hijau ranau dengan hamparan padi yang luas dan subur, berdiri beberapa orang dengan latar belakang yang berbeda. Mereka adalah petani, seniman, pedagang, dan kontraktor. Petani mengatakan, "Alhamdulillah...senangnya hatiku melihat padi yang tumbuh subur ini, bagaimana yang merawatnya, apa pupuknya, berapa lama masa panennya, berapa hasil produksi per hektarnya, berapa pekerja yang dibutuhkannya?" tanya si Petani dalam hati.

Sementara si seniman berkata lain dalam hatinya, "Indah banget sawah ini ya? Luas, teratur, sejuk, dengan background gunung. Wah, aku harus melihat semuanya, nanti akan kuabadikan dengan kuas dan canvas, agar semua orang bisa menikmatinya".

Si pedagang tentu akan berpikir lain. Ia akan mulai menghitung berapa biaya operasional pemanennya, berapa harga gabah basah atau keringnya, berapa ton yang dihasilkan dari sawah se luas itu, bagaimana trasportasi pengiriman dari sini ke pasar, berapa untung yang akan diperoleh, dan seterusnya.

Adapun sang kontraktor ternyata juga memiliki pemikiran lain. Ia akan berpikir di lahan seluas itu ia akan membangun perumahan. Ia sudah mulai mendesain di mana jalan masuknya, letak taman, jumlah unit, ukuran per unit dari setiap unitnya, berapa jenis unitnya, berapa harga per unitnya, apa konsep pembangunan kawasannya, dan seterusnya.

Dari satu obyek yang sama, kita dapat melihat betapa begitu banyak sudut pandang yang bisa diambil. Semuanya berdasarkan ranah berpikir dan latar belakang yang berbeda. Sudut pandang yang berbeda-beda itu perlu mendapatkan jembatan komunikasi yang tepat sehingga tidak terjadi konflik.

Sudut Pandang Guru

Para guru harus memiliki sudut pandang yang menyeluruh. Dari semua contoh di atas, para guru harus melihat dari sudut yang paling atas. Para guru harus dapat memahami alasan petani, seniman, pedagang, dan kontraktor. Sehingga, ia dapat bersikap arif dan bijaksana.

Setiap siswa memiliki kelebihan dan kekurangan. Bisa jadi si Fulan lemah dalam matematika, tetapi mungkin ia baik dalam bahasa. Si Fulanah lemah dalam hafalan, tetapi baik dalam pengertian. Si Badu lemah dalam bidang akademis, namun bisa jadi ia hebat dalam bidang non akademis.

Dengan begitu, para guru dapat memberikan penilaian yang holistik untuk para siswa. Yang akhirnya, semua potensi dihargai, semua prestasi diapresiasi.

Antara Guru, Siswa, dan "Mbah Google"

 



Istilah mbah google muncul sejak mesin pencari google menjadi andalan banyak orang untuk mencari informasi tentang banyak hal. Google mengusai market share sampai 92,5% sedangkan bing hanya memperoleh 2,83% dan yahoo sebesar 1,65%, Sisanya dibagi mesin pencari lain yang juga banyak bertebaran di dunia maya.

Mbah google merepresentasikan sebutan "kakek segala tahu" sehingga semua infomasi dapat dengan mudah di dapatkan di mesin pencari tersebut. Oleh karena itu, google menjadi sangat penting perannya bagi semua orang karena informasi lama maupun baru dapat diperoleh dengan mengetikan beberapa buah kata kunci di google. Google lalu memunculkan berbagai alternatif terdekat berdasarkan kata kunci yang kita ketikkan.

Pada masa Pandemi Covid 19, peran google di kalangan siswa menjadi semakin dominan. Pembelajaran daring memaksa anak-anak belajar sendiri di rumah, tanpa guru yang mendampingi. Para guru biasanya hanya memberikan tugas yang diiringi dengan ringkasan materi atau medai pembelajaran berbasis video kepada siswa. Selebihnya para siswa harus berusaha memahami sendiri materi yang dipelajari, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru, dan menyelesaikan tugas yang harus dikerjakan.

Oleh karena itu, fokus pun berganti. Jika di kelas para siswa bertanya pada guru tentang apa yang tidak dipahami, dengan pembelajaran daring para siswa lebih banyak bertanya pada google untuk mengetahui hal-hal yang belum diketahuinya. Alhasil, selama enam bulan terakhir para siswa akrab dengan "si embah" daripada pada para gurunya. Realitas ini, tentunya menyisakan beberapa persoalan. 

Pertama, ketergantungan siswa pada google untuk mencari jawaban dari semua persoalannya adalah hal yang harus kita ceramati. Kita tahu, google hanya menunjukkan tempat dimana informasi itu ada. Menghubungkan dengan situs yang memuat materi yang ditanyakan siswa. Tetapi, tidak ada jaminan apakah jawaban dan pemahaman itu benar atau tidak. Sementara tidak semua siswa mengetahui situs-situs sumber belajar yang verified sesuai dengan yang diprogramkan oleh kementrian pendidikan.

Kedua, siswa lebih suka mendapatkan jawaban daripada mempelajari dan memahami materi dari awal. Sehingga mereka lebih hanya mengetahui jawaban tanpa mengetahui darimana jawaban itu berasal, bagaimana konsep berpikirnya, atau dari sumber mana jawaban itu berasal. Intinya, semua didapatkan siswa secara instant.

Ketiga, ketergantungan siswa akan smartphone akan semakin meningkat. Telepon pintar itu tidak lagi menjadi barang komplementer tatapi suatu saat akan menjadi kebutuhan primer para siswa. Realitasnya, hal ini juga dialami para orang dewasa dimana handphone merupakan salah satu barang wajib yang harus dibawa kemana saja mereka pergi. Ketinggalan handphone atau handphone yang low bat pada masa sekarang ini telah menjadi suatu persoalan besar bagi banyak orang dewasa.

Namun demikian, dibalik ancaman yang cukup serius itu, para orang tua dan guru memiliki secercah harapan menghadapi situasi ini. Para siswa memastikan diri bahwa mereka sudah tidak gagap dengan teknologi informasi. Artinya, pada era dimana peran teknologi informasi sangat dominan, para siswa telah memiliki kesiapan kompetensi teknis dalam bidang teknologi informasi. Hanya saja, ke depan para siswa harus dimotivasi untuk tidak puas menempatkan diri sebagai pengguna, tetapi juga trampil menjadi provider atau producer aplikasi yang mereka butuhkan sendiri. 

Dalam artian, posisi awal ini dapat digunakan untuk mencuri start memanfaatkan bonus demografi di sekitaran tahun 2045, yang mana mensyaratkan kepemilikian kompetensi di bidang IT bagi siapa saja yang ingin mengambil peran penting dalam percaturan dunia, disamping penguasaan cross cultural understanding dan international language mastery agar mereka dapat mengikuti pergaulan dunia dengan sebaik-baiknya. (ans)




Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes