Mendalami Kelas Maya

gambar : yuksinau.com


Sebagaimana kita ketahui, pendidikan diarahkan untuk pencapaian kecakapan abad 21 sebagai upaya untuk menyiapkan peserta didik untuk dapat mengambil peran aktif dalam kehidupan di masa mendatang. Kecakapan yang hendak dicapai dalam pendidikan saat ini adalah: (1) Kecakapan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah (Critical Thinking and Problem Solving Skill); (2) Kecakapan Berkomunikasi (Communication Skills); (3) Kecakapan Kreatifitas dan Inovasi (Creativity and Innovation); dan (4) Kecakapan Kolaborasi (Collaboration).

Oleh karena itu, kemendikbud merilis sebuah fitur yang disebut dengan kelas maya. Sebagaimana dimuat dalam http://pena.belajar.kemdikbud.go.id, fitur kelas maya merupakan fitur pembelajaran online yang pada hakikatnya adalah sebuah pembelajaran tradisonal/konvensional yang hanya saja disajikan dalam bentuk format digital melalui sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dalam kelas maya, peserta didik dapat megakses materi pelajaran (tulisan, gambar, audio, dan video), tugas, kuis, serta ujian yang telah dibuat oleh gurunya. Selain dari itu peserta didik juga dapat berdiskusi secara online bersama peserta didik lain dan guru pengampunya.

Pembelajaran Kurikulum 2013, mengarahkan siswa untuk mencapai kompetensi secara paripurna. Melalui K13 kompetensi siswa dalam bidang religiu (KI1), sosial (KI2), pengetahuan (K3), dan ketrampilan (K1) dikembangkan sedemikian rupa melalui pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Para siswa tidak hanya mengembangkan kognitifnya, tetapi juga mengembangkan afektif dan psikomotoriknya. Meskipun secara online, kelas maya tetap mengajak siswa untuk belajar secara menyeluruh.

Lebih lanjut, sebagaimana dijelaskan dalam http://pena.belajar.kemdikbud.go.id, melalui fitur kelas maya dapat membimbing siswa untuk: (1) Belajar untuk mencari tahu (learning to know) ; (2) Belajar untuk mengerjakan (learning to do) (3) Belajar untuk menjadi (learning to be); (4) Belajar untuk berhidupan bersama dalam kedamaian (learning to live together in peace). Belajar di kelas maya, tidak saja belajar menggunakan teknogi infomasi, tetapi tetap saja mempelajari materi secara menyeluruh dan mengembangkan semua kecakapan yang ditargetkan.

Belajar dengan kelas maya tidak berarti menghilangkan peran pendidik. Para guru berperan sebagai fasilitator dan pendamping siswa dalam pembelajaran menggunakan fitur kelas maya. Pembelajaran dengan kelas maya tetap menempatkan pendidik sebagai tokoh sentral dalam pembelajaran. Sebab, tulisan, video, audio, kuis, bahkan ujian, tetap dibuat oleh para pendidik sendiri. Sehingga para pendidik tetap dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disiapkan.

Beberapa kelebihan belajar secara dengan kelas maya adalah: (1) peserta didik dapat belajar kapan saja dan dimana saja, tidak terbatas oleh ruang dan waktu, (2) peserta didik dapat mengembangkan pengetahuan dan kreativitasnya dengan lebih cepat, (3) peserta didik juga dapat mengembangkan skill-nya dibidang teknologi informasi, (4) peserta didik tidak akan ketinggalan pelajaran meskipuan suatu saat terpaksa ia tidak bisa masuk sekolah, dan (5) kelas maya merupakan kesempatan bagi pendidik untuk mengembangkan kemampuannya dalam bidang teknologi informasi.

Namun, pembelajaran dengan kelas maya juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu (1) pembelajaran ini memerlukan bantuan dan dukungan teknis berupa laptop, komputer, smartphone, dan jaringan internet yang stabil, (2) kurangnya transfer of value, karena para guru dan siswa tidak bertemu dan berinteraksi dalam satu tempat, sementara pembangunan karakter hanya dapat dilaksanakan dengan adanya transfer of value itu sendiri.

Oleh karena itu, pembelajaran kelas maya sebaiknya bukan merupakan pembelajaran yang bersifat konstan. Pendidik harus tetap melakukan interaksi dengan para siswa, sehingga dapat mengamati setiap detik perkembangan siswa, khususnya karakternya. Pembelajaran dengan kelas maya dilakukan sebagai "variasi pembelajaran" sehingga siswa tidak jenuh dengan pembelajaran yang monoton. Keragaman cara belajar ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

4 Comments:

KangNoerhadi mengatakan...

Leres sanget pak Ans.... Mantap...

KangNoerhadi mengatakan...

Leres sanget pak Ans.... Mantap...

KangNoerhadi mengatakan...

Leres sanget pak Ans.... Mantap...

Mas Guru mengatakan...

siap ustadz...

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes