Nasionalisme itu Sederhana!



Bagi bangsa Indonesia, bulan Agustus adalah bulan istimewa. Bulan ini merupakan bulan kemerdekaan Indonesia diproklamirkan. Tepat pada hari Jum'at tanggal 17 Agustus 1945 founding fathers kita memprokamirkan kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan Indonesia bukalah hadiah dari Jepang, tapi benar-benar merupakan hasil perjuangan seluruh komponen bangsa Indonesia. Momentum ini tentu harus selalu diperingati, sebagai bagian mengingat sejarah dan meneladani perjuangan para pahlawan bangsa. Mereka tidak hanya telah bekerja, berusaha, dan berjuang dengan keras, bahkan mereka rela mengorbankan nyawa untuk kebahagiaan anak cucunya.

Memperingati kemerdekaan pada hakikatnya adalah mensyukuri kemerdekaan itu sendiri. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang ber-Ketuhanan yang Maha Esa, mengakui benar bahwa kemerdekaan ini merupakan berkat dan rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Sebab, secara teknis hampir tidak mungkin para pejuang di masa lalu dapat memenangkan berbagai pertempuran dengan hanya bermodalkan senjata seadanya. Sementara para penjajah memiliki senjata yang lengkap dan otomatis. Sehingga keberhasilan meraih kemerdekaan ini benar-benar anugerah dari Allah Swt.

Mengingat dan mengenang jasa para pahlawan saja tentu tidak cukup. Sebagai generasi penerus kita memiliki tugas yang tidak kalah beratnya. Mempertahankan dan mengisi kemerdekaan merupakan tugas utama kita sebagai penerus perjuangan para pahlawan. Mempertahankan bermakna kita harus menjaga kemerdekaan ini tetap harus terjaga. Tidak saja dari invasi militer bangsa lain, tetapi juga penguasaan sektor ekonomi dan penjajahan budaya bangsa lain. Generasi sekarang harus memastikan bahwa bangsa Indonesia benar-benar dapat berdikari dan mandiri, tidak dalam kooptasi negara dan bangsa lain dalam semua lini kehidupannya.

Generasi sekarang juga harus memastikan bahwa kita telah merdeka dari semuanya, baik dalam konteks ekonomi, sosial, budaya, bahkan hukum. Sebab penetrasi budaya dan semakin bebasnya pergaulan antar bangsa merupakan pintu masuknya pengaruh asing pada bangsa kita. Ketergantungan kita pada produk luar dan semakin habisnya sumber daya alam akan sangat mempengaruhi kemerdekaan ekonomi. Kekuatan pemodal besar yang menggerakkan ekonomi dunia sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi negara kita.

Mau tidak mau, gerakan mencintai produk bangsa sendiri merupakan salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan kita dengan bangsa lain. Apalagi, 270 juta bangsa Indonesia merupakan pasar yang sangat besar bagi produk-produk kita sendiri. Sebagai bangsa kita harus bertekad memajukan bangsa sendiri dan menomorduakan produk bangsa lain. Dalam hal bangsa Indonesia bisa memproduksi sendiri kebutuhannya, maka kita harus tetap mengutamakan untuk menggunakan produk kita sendiri, bukan sebaliknya.

Nasionalisme itu sederhana. Mencintai negeri dengan menggunakan produk kita sendiri, bangga sebagai bangsa dengan tetap mempertahankan budaya yang mulia, bersatu melawan ketergantungan dengan bangsa asing dengan berupaya untuk berdikari. Hal ini memang mudah diucapkan, tetapi sangat sulit untuk dilaksankan. Tapi dengan tekat yang kuat, kita yakin bahwa kita akan bisa melakukannya, demi kejayaan bangsa Indonesia.

Selamat HUT RI ke 75, Dirgahayu Indonesiaku!

2 Comments:

DARWI MUHAMMAD mengatakan...

🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Merdeka !!!

prianto mengatakan...

NKRI di hati

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes