Mengembangkan Kurikulum untuk Santri Masa Depan





Kurikulum adalah seperangkat perencanaan pembelajaran yang sistematis yang meliputi semua hal tentang pelaksanaan pembelajaran di sebuah satuan pendidikan. Kurikulum merupakan pedoman utama bagi satuan pendidikan untuk melaksanakan peran dan fungsinya dengan sebaik-baiknya. Di dalamnya terdapat banyak hal mulai dari rasionalisasi pendidikan, landasan hukum, visi dan misi serta tujuan sekolah, kompetensi dasar dan evaluasi pembelajaran, dan lain-lain. Bahkan di dalamnya juga terdapat uraian mengenai pengembangan potensi, layanan khusus yang diberikan, dan penguatan literasi.

Kurikulum seharusnya berkembang secara dinamis sesuai dengan perkembangan zaman. Kurikulum yang cocok pada awal tahun 2000 an tentu sudah tidak cocok lagi dengan situasi dan kondisi zaman sekarang. Apalagi, kurikulum yang dipakai di awal tahun 90 an, tentu tidak pas lagi dengan perkembangan dunia pendidikan dan tuntutan zaman saat ini. Oleh karena itu, setiap tahun satuan pendidikan harus menyiapkan kurikulum, yang telah mendapatkan penyesuaian-penyesuaian.

Apa yang perlu dikembangkan?
Pada umumnya, satuan pendidikan mengikuti kurikulum nasional. Kurikulum nasional ini berlaku secara nasional dan harus diikuti oleh semua satuan pendidikan. Namun demikian, ibarat makanan, kurikulum nasional adalah makanan pokok. Sebagai makanan pokok, seperti beras dan jagung, kurikulum nasional hanya menghasilkan "energi dan rasa kenyang". Oleh karena itu, peserta didik tidak cukup dengan makanan pokok itu saja. Ia perlu nutrisi untuk tumbuh dan berkembang, perlu vitamin agar tetap bugar dan imun, dan lain sebagainya.

Satuan pendidikan dapat menambahkan "nutrisi tambahan" pada peserta didik dengan mengembangkan muatan lain di luar kurikulum nasional. Muatan yang berkaitan dengan kecakapan hidup, pendidikan karakter, perkembangan sain dan teknologi, kehidupan global, budaya, dan lain-lain dapat ditambahkan sebagai makanan pelengkap yang dapat mengakselerasi kompetensi peserta didik dalam menghadapi fase kehidupan pada saat mereka dewasa. 

Tim pengembang kurikulum perlu memahami bahwa peserta didik yang pada saat ini sedang belajar di satuan pendidikan, akan hidup dan mengambil peran di masa mendatang. Oleh karena itu, mereka harus memili visi jauh ke depan, dan dapat memprediksi kebutuhan para peserta didik untuk dapat mengambil peran yang lebih besar dalam kehidupannya di masyarakat kelak.

Sebagai contoh, mungkin saat ini, kemampuan di bidang teknologi informasi dan bahasa internasional belum sangat diperlukan oleh peserta didik di sekolah dasar. Namun demikian, lima atau sepuluh tahun lagi, mereka akan sangat memerlukan keduanya. Apalagi kelak ketika mereka dewasa, dimana sekat negara hampir "tidak ada" karena globalisasi, mereka akan sangat memerlukannya. Oleh karena itu, tim pengembang kurikulum harus dapat memprediksi kebutuhan masa depan dan menyiapkannya di masa sekarang.

Tidak Meninggalkan Karakter Utama
Pengembangan adalah tambahan, jangan sampai tambahan itu menghilangkan sesuatu yang inti. Sebagai tambahan ia memperkuat, bukan menghilangkan. Sebuah satuan pendidikan, khususnya lembaga pendidikan Islam, harus dapat mempertahankan ciri khas keIslamannya. Sehebat apapun pengembangan yang dilakukan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tetap tidak boleh mengabaikan ciri khas sebuah satuan pendidikan.

Sekolah-sekolah Islam tetap harus mencirikan diri dengan keIslamannya. Meskipun ada banyak pengembangan kurikulum untuk menunjang performa sekolah, tetap saja akhlak mulia seperti ketawadu'an pada guru, sholat jama'ah, kebiasaan mengaji, menutup aurot, dan sebagainya, tetap harus dipegang dan dikuatkan untuk membuat ciri khas sekolah Islam. Sehebat apapun peserta didik kita dalam ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi, tetapi mereka tetap harus menjadi santri-santri yang ta'dzim pada para asatidz-nya dan tetap memegangi akhlak dan kebiasaan sebagai santri. (ans)

4 Comments:

Unknown mengatakan...

Terima kasih bapak, semoga kita di golongkan kepada orang-orang yang beriman berilmu di jalan yang benar sehingga kita dan anak didik kita dapat mendapat ridhlo Allah SWT.

Kang Ansorie mengatakan...

aamiin...

prianto mengatakan...

Sangat bermanfaat bagi para pendidik. Suwun pak

Mas Guru mengatakan...

Aamiin...

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes