Pembelajaran Kewirausahaan di Sekolah

 


Pandemi Covid 19 hampir melumpuhkan semua ranah kehidupan kita. Pendidikan, sosial, ekonomi, dan terutama kesehatan, benar-benar menghadapi masalah serius. Berbagai program untuk mengatasi keadaan telah dilakukan pemerintah. Tujuannya, agar negeri kita tidak runtuh ke dalam resesi. 

Dalam bidang ekonomi, tidak hanya rakyat kecil, bahkan para pengusaha menengah ke atas pun merasakan beratnya menghadapi persoalan ekonomi. Produksi dengan melibatkan banyak karyawan tidak lagi bisa dilaksanakan. Permintaan pun melemah. Banyak produk yang terpaksa dikembalikan oleh pusat-pusat perbelanjaan. UMKM khususnya di bidang makanan kecil harus menanggung banyaknya barang expired karena tidak terjual habis di pusat oleh-oleh. Semakin sulitnya lapangan kerja telah mengurangi pendapatan masyarakat yang semakin melemah dan melemah.

Namun, ternyata ada beberapa kelompok orang yang justru mendapatkan keuntungan dari kondisi ini. Beberapa pengusaha UMKM mendapatkan permintaan yang luar biasa sehingga mereka harus bekerja ekstra untuk memenuhi permintaan pembeli. Lagi-lagi, disini sense of enterpreunership berperan besar. Peluang sebesar lubang jarum pun bisa menjadi harapan besar bagi para pengusaha cerdas dan dapat berpikir cepat. Siapa saja mereka?

Memang tidak semua, tetapai banyak teman yang memiliki basis usaha di bidang konveksi, dapat memanfaatkan momentum, setidaknya untuk tidak gulung tikar. Pembuatan Alat Pelindung Diri (APD) Medis cukup menjanjikan. Dengan kemampuan desain dan langkah cepat untuk "mengambil contoh" APD standar, beberapa pengusaha konveksi berhasil melampui titik kritis dari usaha ini. Demikian juga dengan pembuatan masker. Permintaan masker yang meningkat tajam terutama setelah pemerintah pusat, daerah, dan desa gemar mensosialisasikan dan membagi masker kepada warga masyarakat, UMKM konveksi yang tentu saja tidak akan merasa kesulitan untuk membuat masker, berhasil mempertahankan diri dari gulung tikar.

Para pengusaha di bidang IT, khususnya di bidang penjualan handphone, pulsa, paket internet, bahkan jasa sharing wifi merupakan pihak-pihak yang juga mendapatkan berkah dari Pandemi ini. Pembelajaran daring yang mengharuskan siswa memiliki handphone sekaligus paket internetnya, meningkatkan demand, sementara ketersediaan paket internet dan pulsa tentu unlimited. Oleh karena itu, dengan sedikit sosialisasi dan "memurahkan" paketan internet, banyak counter yang juga mendapatkan untung dari kondisi ini.

Cerdas Mengambil Peluang

Salah satu hal yang dapat dipelajari dari keberhasilan beberapa wirausahawan dibidang konveksi dan teknologi informasi adalah kemampuan melihat dan mengambil peluang dengan cepat. Kesempatan tidak akan datang dua kali, oleh karena itu ketika ada kesempatan yang datang, seorang pengusaha harus dapat mengambil peluag sebaik-baiknya. Tentu saja tetap dengan mempertimbangkan segala resiko dan analisis pasar yang matang.

Melatih siswa untuk wirausaha yang tangguh, dimulai dari mengajari anak-anak kita dengan kemampuan membaca peluang. Sekolah, tentu memiliki moment-moment khusus di luar kegiatan pembelajaran yang bisa menjadi peluang berwirausaha. Kegiatan seperti akhirussanah, PHBI dan PHBN, dan lain-lain, bagi seorang wirausahawan merupakan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dengan menjual produk dan jasa yang sesuai dengan moment itu. Maka mengajarkan anak untuk berjualan, memproduksi makanan kecil dan minuman kemasan, merupakan cara sederhana mengajarkan anak-anak membaca peluang. 

Kebun, kolam, kantin, dan koperasi sekolah merupakan tempat-tempat yang dapat digunakan untuk mengajarkan kewirausahaan. Di kebun sekolah kita tidak harus menanam bunga, tetapi juga bisa menanam sayur mayur segala rupa. Kolam ikan sekolah juga dapat digunakan untuk menghasilkan ikan yang dapat dijual. Sementara kantin dan koperasi sekolah merupakan pasar yang dapat digunakan untuk mengajarkan anak transaksi keuangan.

Sejak dini, para guru seharusnya mengajarkan anak-anak tentang kewirausahaan. Apalagi pada saat ini, kepala sekolah dan madrasah dituntut untuk memiliki kompetensi wirausaha sehingga sangat pas jika sekolah/madrasah membuat program pengenalan kewirausahaan. Bahkan di Sekolah Dasar pengenalan kewirausahaan sudah dapat dilakukan dengan memilih cara yang sederhana dan mudah dilakukan oleh peserta didik di sekolah dasar.


0 Comments:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes