Bersabar dan Bersyukur

gambar : suaraislam.id


Allah Swt menciptkan keindahan di semua hal. Hanya saja, kadang kita tidak bisa melihatnya secara jernih. Mengapa? Mungkin karena hati kita telah banyak dikotori penyakit hati, atau ruhani kita telah dipenuhi oleh persoalan-persoalan hidup yang tampak rumit meskipun sesungguhnya tidak. Siapa saja, kapan saja, dimana saja, dapat melihat keindahan dan mensyukurinya, ketika ia ridlo dengan apa yang telah ditetapkan Allah Swt kepada-Nya.

Pada ketetapkan Allah Swt, tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali menerimanya. Allah Swt melakukan apa saja yang Allah Swt mau, dan meninggalkan apa yang ingin ditinggalkan-Nya. Tidak ada aturan yang mengikatnya, tidak ada sesuatu yang dapat mencegah apa yang dimaui-Nya, tidak dapat mempengaruhi apapun terhadap keputusanNya. Kalau Allah Swt menghendaki sesuatu terjadi, maka jadilah ia, demikian pula sebaliknya.

Manusia adalah makhluk lemah, maka ia harus menyadari kelemahannya. Kalau saja manusia memiliki suatu kekuatan, bukan berarti ia kuat dari dalam dirinya. Tetapi, ia kuat, ia mampu, ia pandai, ia hebat, karena diberikan kekuatan, kemampuan, kepandaian, dan kehebatan dari Allah Swt. Orang-orang beriman harus meyakini itu, agar ia tidak menyombongkan kelebihan yang dimilikinya. Sebab, justru kesombongan itulah yang akan menghinakanNya.

Tidak selalu kemiskinan membuat orang terhina. Bisa jadi, karena kemiskinannya justru seseorang dimuliakan orang lain, bahkan dimuliakan oleh Allah Swt. Mengapa? Orang mukmin miskin dan sabar, akan mendapatkan penghargaan dari Allah Swt karena kesabarannya. Apalagi, jika ia tetap dapat menjaga ibadahnya dalam kemiskinan seperti tetap mengerjakan sholat, puasa, bahkan zakat tetap ia bayarkan, walaupun ia harus bekerja keras untuk itu. Kita banyak mendengar cerita dan berita, bahwa kebanyakan penolong orang miskin, adalah sesamanya yang juga miskin. Sedangkan si kaya, karena ia hidup dalam sekat sosial yang kuat, justru tidak tahu, atau tidak mau tahu pada si miskin yang membutuhkan pertolongannya. 

Pada saat yang sama, kita seringkali dapat melihat rona bahagia, justru pada wajah-wajah orang miskin yang mukmin. Sebungkus nasi, segelas air, atau secuil daging kurban, dapat menyalakan lentera kebahagiaan di dalam hatinya. Dan, hal-hal yang kita pandang sangat remeh dan kecil, justru membuat si miskin merasa wow bahagianya. Sementara, betapa kita melihat di sekeliling kita, banyaknya elemen yang dibutuhkan oleh orang kaya untuk membuatnya bahagia. 

Mungkin saja, baju baru seharga lima puluh ribu, atau bahkan dua puluh lima ribu, bisa membuat orang miskin bahagia. Tetapi bagi orang kaya, tidak saja harga yang mahal yang dibutuhkan, warna yang sesuai, desain yang pas, kesesuaian dengan tema, kesesuaian dengan accessories lainnya, bahkan tidak jarang harus membutuhkan yang limited edition atau custom untuk mempersiapkan seorang kaya ke sebuah pesta. Ribet!

Namun demikian si kaya, tetap saja mendapatkan kemuliaan di hadapan Allah Swt. Jika kemuliaannya di hadapan manusia dapat dengan mudah dapat ia peroleh dengan kekayaannya, demikian juga kemuliaan di hadapan Allah Swt dapat juga ia peroleh, dengan cara mensyukuri karuniaNya. Tentu, mensyukuri tidak cukup dengan lisan, tapi juga dengan keyakinan dan tindakan. Ya, keyakinan bahwa semua yang ia dapatkan adalah karunia Allah Swt, bukan semata-mata kecanggihan upaya dan usahanya. Dan, bersyukur dengan tindakan adalah dengan membagi sebagian harta kepada orang-orang yang memang berhak menerimanya, serta membelanjakan hartanya fi sabilillah. Si Miskin bersabar, si Kaya Bersyukur. Klop!




Membuat Video Pembelajaran yang "Keren"

 


Video pembelajaran menjadi sangat trend di masa pandemi ini. Hampir semua guru didorong membuat video pembelajaran sebagai salah satu bentuk upaya "menghadirkan" para guru di rumah-rumah siswa. Melalui video pembelajaran yang menyertakan gambar para guru di dalamnya, para siswa seolah-olah berkesempatan bertemu dengan para gurunya hari itu.

Kehadiran para guru, meskipun secara visual, merupakan salah satu hal penting yang harus menjadi salah satu perhatian para guru. Mengapa? Meskipun hanya gambar, para siswa tetap akan merasa terkoneksi dengan para guru. Kesan bahwa mereka sedang liburan akan hilang dengan hadirnya visual para guru yang menjelaskan berbagai tema dan materi pembelajaran. Sehingga, anggapan bahwa mereka berlibur di masa pandemi ini akan terkikis dengan sendirinya.

Diakui atau tidak, kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) tidak serta merta menggantikan kegiatan pembelajaran itu sendiri. Efetifitas pembelajaran daring tetap tidak bisa menggantikan pembelajaran tatap muka. Apalagi dengan banyaknya kendala teknis, seperti kepemilikan smartphone yang memadai serta transmisi gambar dan ketersediaan paket data yang seringkali masih menjadi kendala. Belum lagi, kemampuan para guru dalam membuat video pembelajaran yang menampilkan visualisasi guru yang belum bagus karena kemampuan videografi yang masih lemah.

Penguatan Kompetensi Teknis

Hal utama yang harus dikuatkan adalah kemampuan teknis videografi dan desain presentasi yang dimiliki guru. Sebenarnya, bagi guru-guru yang sudah akrab dengan aplikasi presentasi seperti Microsoft Powerpoint, Prezi, Slides, Slidedog, dan lain-lain dapat digunakan guru untuk membuat presentasi yang keren. Namun hal itu belum cukup, karena para guru juga harus menguasi aplikasi pembuatan video baik yang berbasis smarphone maupun PC seperti Kinemaster, Viva Video,Video Show, Filmora, Adobe Pemiere, dan lain-lain. Oleh karena itu, kepala sekolah/madrasah sudah saatnya menjadwalkan pelatihan videografi sehingga para guru dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Beberapa tips untuk membuat video pembelajaran yang keren, sebagaimana di lansir dalam primaindisoft.com adalah sebagai berikut.

1. Membuat Konsep Video dengan Matang

Sebelum memutuskan untuk membuat video pembelajaran yang akan membuat Anda semakin antusias dalam belajar, ada baiknya untuk membuat konsep. Konsep yang matang ini akan menentukan keberhasilan dari video yang akan dibuat. Kalau video dibuat asal-asalan, materi tidak akan tersampaikan dengan baik.

2. Belajar Mengedit Video

Konten pembelajaran dengan video memang tidak mudah dibuat dan dibutuhkan dedikasi yang tinggi kalau Anda ingin membuatnya. Beberapa aplikasi edit video bisa digunakan seperti Adobe Premiere CS6.

3. Mengevaluasi Video yang Telah Dibuat

Setelah membuat video yang dibutuhkan untuk pembelajaran, jangan langsung gunakan. Anda bisa melakukan evaluasi terlebih dahulu. Evaluasi apa saja yang masih kurang dan harus ditambahkan. Setelah melalui evaluasi dan edit beberapa kali barulah media bisa digunakan.

4. Mencari Bahan Video

Anda bisa membuat media dengan menggabungkan beberapa video yang sudah ada. Misal percobaan yang ada di Youtube. Kalau ingin video orisinal, Anda bisa membuatnya sendiri dan mencari bahan yang dibutuhkan. Asal memiliki konsep yang baik, video akan mudah dibuat.

Membuat video pembelajaran tidak saja memerlukan kemampuan guru untuk mengajar, tetapi juga membutuhkan kemampuan guru untuk mengguakan teknologi yang tepat, seni videografi yang keren, serta pembuatan presentasi yang komunikatif. Oleh karena itu, para guru harus siap bekerja keras untuk meraih prestasi di masa pandemi.

Mengajarkan Kejujuran

 


Salah satu karakter penting yang harus kita tanamkan kepada anak didik adalah kejujuran. Jujur merupakan modal utama yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Kuatnya kejujuran yang kita miliki, akan membuat orang menaruh kepercayaan kepada kita. Dengan kepercayaan itu, kita dapat mengambil peran dominan dalam kehidupan sehari-sehari, mempengaruhi masyarakat dan mengajarkan kebaikan, dan membuat perubahan-perubahan baik di lingkungan tempat tinggal. Sebaliknya, orang-orang yang khianat akan dijauhi masyarakat dan kata-katanya tidak akan diindahkan.

Dahulu kala ada seorang pengembala yang suka berbohong. Ia seringkali berlebihan dalam bercanda yaitu dengan berteriak minta tolong seolah-olah ada srigala yang akan memangsa ternak gembalaannya. Pada saat orang-orang berdatangan untuk menolong, pengembala itu tertawa dan mengatakan pada orang-orang bahwa sebenarnya dia sedang mengerjai orang-orang itu. Demikian ia melakukan beberapa kali, sehingga orang-orang merasa kesal karenanya.

Pada suatu saat, gembala itu sedang bekerja mengembala ternak. Tiba-tiba segerombalan srigala benar-benar datang dan akan memangsa ternaknya. Ia pun minta tolong kepada penduduk untuk dibantu menyelematkan ternaknya. Tapi, orang-orang sudah terlanjur tidak percaya pada gembala itu, sehingga tidak bereaksi terhadap teriakkan sang gembala. Akhirnya ternak sang gembala benar-benar dimangsa srigala dan ia merasa menyesal karena selama ini telah sering berbohong.

Ilustrasi di atas menunjukkan betapa pentingnya berkata jujur. Sebaliknya, sangat berbahaya ketika kita sering berbohong. Apalagi kita tahu, bahwa suatu kebohongan hanya dapat ditutupi dengan kebohongan-kebohongan lainnya. Dengan begitu, kebohonangan kita akan menumpuk dan berkelanjutan. Oleh karena itu, para guru seharusnya merencanakan dengan matang pendidikan karakter khususnya karakter jujur ini. 

Menghargai Kejujuran

Penghargaan terhadap suatu prestasi memotivasi seseorang untuk meningkatkan prestasinya. Demikian juga penghargaan terhadap karakter baik seseorang. Selama ini siswa dihargai karena nilainya yang baik, prestasinya yang tinggi, hasil ujiannya yang mendapatkan nilai sempurna, atau ia mendapatkan suatu juara dari sebuah perlombaan. Sehingga para siswa akan termotivasi untuk belajar, berlatih, dan meningkatkan kompetensinya dalam bidang tertentu.

Tapi, sudahkah kita menghargai kejujuran? Misalnya dengan memberikan penghargaan bagi siswa yang paling jujur di kelas selama bulan tertentu, atau selama mengikuti ujian tertentu? Mungkin kalau di liga sepakbola ada team yang paling fair play, mungkin saatnya kita mengadakan penilaian dan kemudian memberikan penghargaan kepada siswa yang paling jujur di kelas atau sekolah kita. Sebaliknya, kita juga harus memberikan punishment terhadap anak-anak yang tidak jujur. Sehingga, kejujuran menjadi sesuatu yang diperhatikan dan dipentingkan anak-anak.

Selama ini, kejujuran jutru diletakkan di nomor ke sekian. Orang tua lebih menghargai anak yang mendapatkan nilai tinggi meskipun tidak jujur, daripada anak yang nilainya rendah tetapi jujur. Oleh karena itu anak-anak juga melakukan hal yang sama, yang penting nilainyanya bagus, meskipun harus mencontek.

Program Penguatan Kejujuran

Sekolah, sebagai salah satu penanggung jawab pendidikan karakter, harus merencanakan program yang baik untuk meningkatkan kejujuran siswa. Kegiatan-kegiatan seperti kantin kejujuran, pemberian penghargaan terhadap siswa yang jujur, dan penekanan pada siswa akan pentingnya kejujuran. Berbagai jenis penilaian hasil belajar juga harus benar-benar menekankan kejujuran sehingga para siswa harus dipastikan mengerjakan ujian dengan jujur. Para guru harus menekankan betapa nilai yang dicapai siswa bukan ukuran utama dalam menentukan nilai akhir, tetapi justru kejujuran siswa merupakan komponen penting dalam penilaian yang menyeluruh. Para guru juga harus memberikan punishmen yang sesuai pada anak-anak yang ketahuan mencontek, sehingga dapat menimbulkan efek jera.

Rasululullah Muhammad Saw adalah sosok teladan dalam kejujuran. Sangat tidak pantas jika umat Islam khususnya para santri dan pelajar Islam mengabaikan kejujuran. Keberhasilan dakwah Nabi Muhammad Saw tidak lepas dari konsistensi beliau menjaga kejujuran. Beliau mendapatkan julukan al amin, yang artinya orang yang dapat dipercaya, juga karena kejujuran beliau sejak kecil. Sebagai nabi dan rosul beliau juga dibekali sifat wajib siddiq, yang maknanya juga jujur. Kejujuran membawa keberkahan, sebaliknya kebohongan akan menjauhkan kita dari keberkahan itu sendiri.


Ketika Harus Memilih

Semakin meningkatnya kualitas hubungan sosial seseorang di masyarakat, berakibat meningkatnya jumlah komunitas, pertemanan, relasi sosial, dan lain-lain. Sementara itu dalam setiap komunitas kita akan memiliki agenda yang berbeda-beda. Sehingga pada suatu waktu yang sama, ada beberapa agenda yang harus kita ikuti. Dilema pun muncul, mau menghadiri acara pertama, kedua, atau bahkan sekalian tidak menghadirnya sama sekali.

Biasanya, kepentingan dinas dan pekerjaan tetap menjadi nomer satu. Kecuali ada agenda keluarga yang memang sudah menjadi rencana matang yang sudah tidak dapat ditinggalkan lagi. Agenda lainnya harus dikalahkan oleh acara dinas dan pekerjaan.

Yang menjadi persoalan adalah, bagaimana memilih agenda yang sama-sama bersifat "sunnah"?

Ada beberapa saran yang dapat dipertimbangkan, antara lain:
Pertama, perencanaan kegiatan yang lebih dulu harus menjadi prioritas. Agenda-agenda rutin dan besar, yang melibatkan banya orang atau anggota, tetap harus menjadi yang utama. Agenda dadakan harus mengalah karena memang ia yang datang belakangan.

Kedua, pertimbangan kemanfaatan yang lebih besar juga harus menjadi prioritas. Agenda rapat yang berimplikasi terhadap jalannya organisasi atau komunitas harus diprioritaskan daripada sekedar kongkow-kongkow tanpa agenda tertentu yang ditetapkan.

Ketiga, pertimbangan peran dan fungsi. Pada agenda dimana posisi kita sangat menentukan dan dominan, tetap harus diutamakan. Apalagi jika kehadiran kita sangat menentukan dalam pengambilan keputusan atau jalannya acara. Sementara kehadiran sebagai partisipan yang tidak sangat penting dapat dinomorduakan.

Bagaimanapun, ketika harus memilih, kita selayaknya berusaha memilih dengan pertimbangan yang bijaksana. Hal-hal "wajib" tetap harus didahulukan dibandingkan hal-hal yang sunnah. Jangan sampai yang sunnah apalagi makruh justru mengalahkan yang wajib. Ibarat kata, sehebat apapun kemulian shalat tahajud tetap tidak bisa mengalahkan keagungan shalat subuh. (ans)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes