Mengajarkan Kejujuran

 


Salah satu karakter penting yang harus kita tanamkan kepada anak didik adalah kejujuran. Jujur merupakan modal utama yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Kuatnya kejujuran yang kita miliki, akan membuat orang menaruh kepercayaan kepada kita. Dengan kepercayaan itu, kita dapat mengambil peran dominan dalam kehidupan sehari-sehari, mempengaruhi masyarakat dan mengajarkan kebaikan, dan membuat perubahan-perubahan baik di lingkungan tempat tinggal. Sebaliknya, orang-orang yang khianat akan dijauhi masyarakat dan kata-katanya tidak akan diindahkan.

Dahulu kala ada seorang pengembala yang suka berbohong. Ia seringkali berlebihan dalam bercanda yaitu dengan berteriak minta tolong seolah-olah ada srigala yang akan memangsa ternak gembalaannya. Pada saat orang-orang berdatangan untuk menolong, pengembala itu tertawa dan mengatakan pada orang-orang bahwa sebenarnya dia sedang mengerjai orang-orang itu. Demikian ia melakukan beberapa kali, sehingga orang-orang merasa kesal karenanya.

Pada suatu saat, gembala itu sedang bekerja mengembala ternak. Tiba-tiba segerombalan srigala benar-benar datang dan akan memangsa ternaknya. Ia pun minta tolong kepada penduduk untuk dibantu menyelematkan ternaknya. Tapi, orang-orang sudah terlanjur tidak percaya pada gembala itu, sehingga tidak bereaksi terhadap teriakkan sang gembala. Akhirnya ternak sang gembala benar-benar dimangsa srigala dan ia merasa menyesal karena selama ini telah sering berbohong.

Ilustrasi di atas menunjukkan betapa pentingnya berkata jujur. Sebaliknya, sangat berbahaya ketika kita sering berbohong. Apalagi kita tahu, bahwa suatu kebohongan hanya dapat ditutupi dengan kebohongan-kebohongan lainnya. Dengan begitu, kebohonangan kita akan menumpuk dan berkelanjutan. Oleh karena itu, para guru seharusnya merencanakan dengan matang pendidikan karakter khususnya karakter jujur ini. 

Menghargai Kejujuran

Penghargaan terhadap suatu prestasi memotivasi seseorang untuk meningkatkan prestasinya. Demikian juga penghargaan terhadap karakter baik seseorang. Selama ini siswa dihargai karena nilainya yang baik, prestasinya yang tinggi, hasil ujiannya yang mendapatkan nilai sempurna, atau ia mendapatkan suatu juara dari sebuah perlombaan. Sehingga para siswa akan termotivasi untuk belajar, berlatih, dan meningkatkan kompetensinya dalam bidang tertentu.

Tapi, sudahkah kita menghargai kejujuran? Misalnya dengan memberikan penghargaan bagi siswa yang paling jujur di kelas selama bulan tertentu, atau selama mengikuti ujian tertentu? Mungkin kalau di liga sepakbola ada team yang paling fair play, mungkin saatnya kita mengadakan penilaian dan kemudian memberikan penghargaan kepada siswa yang paling jujur di kelas atau sekolah kita. Sebaliknya, kita juga harus memberikan punishment terhadap anak-anak yang tidak jujur. Sehingga, kejujuran menjadi sesuatu yang diperhatikan dan dipentingkan anak-anak.

Selama ini, kejujuran jutru diletakkan di nomor ke sekian. Orang tua lebih menghargai anak yang mendapatkan nilai tinggi meskipun tidak jujur, daripada anak yang nilainya rendah tetapi jujur. Oleh karena itu anak-anak juga melakukan hal yang sama, yang penting nilainyanya bagus, meskipun harus mencontek.

Program Penguatan Kejujuran

Sekolah, sebagai salah satu penanggung jawab pendidikan karakter, harus merencanakan program yang baik untuk meningkatkan kejujuran siswa. Kegiatan-kegiatan seperti kantin kejujuran, pemberian penghargaan terhadap siswa yang jujur, dan penekanan pada siswa akan pentingnya kejujuran. Berbagai jenis penilaian hasil belajar juga harus benar-benar menekankan kejujuran sehingga para siswa harus dipastikan mengerjakan ujian dengan jujur. Para guru harus menekankan betapa nilai yang dicapai siswa bukan ukuran utama dalam menentukan nilai akhir, tetapi justru kejujuran siswa merupakan komponen penting dalam penilaian yang menyeluruh. Para guru juga harus memberikan punishmen yang sesuai pada anak-anak yang ketahuan mencontek, sehingga dapat menimbulkan efek jera.

Rasululullah Muhammad Saw adalah sosok teladan dalam kejujuran. Sangat tidak pantas jika umat Islam khususnya para santri dan pelajar Islam mengabaikan kejujuran. Keberhasilan dakwah Nabi Muhammad Saw tidak lepas dari konsistensi beliau menjaga kejujuran. Beliau mendapatkan julukan al amin, yang artinya orang yang dapat dipercaya, juga karena kejujuran beliau sejak kecil. Sebagai nabi dan rosul beliau juga dibekali sifat wajib siddiq, yang maknanya juga jujur. Kejujuran membawa keberkahan, sebaliknya kebohongan akan menjauhkan kita dari keberkahan itu sendiri.


1 Comments:

Etik mengatakan...

Mantap tulisannya.. memmngingatkan arti pentingnya jujur

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes