Mengapa Maulid?

 

 gambar : PIXABAY/matponjot


Meskipun dulu, tidak terlalu banyak kontroversi, namun akhir-akhir ini peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw banyak dipersoalkan oleh kelompok-kelompok tertentu. Alasannya antara lain Nabi Muhammad Saw tidak pernah melaksanakan maulid, para sahabat juga demikian, maulid adalah perbuatan bid'ah dimana semua bid'ah adalah dholalah, dan seterusnya. Sementara kelompok-kelompok yang sudah mentradisikan maulid juga memiliki dasar pemikiran yang semakin menguatkan mengapa mereka melaksanakan maulid.

Mauulid Nabi Muhammad Saw adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad Saw, yang dilaksankan setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Menurut sejarah, Nabi Muhammad Saw dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal pada tahun yang terkenal dengan "tahun gajah" karena pada saat itu terjadi penyerangan ke kota Mekkah oleh tentara bergajah yang dipimpin oleh Raja Abrahah yang tujuannya menghancurkan Ka'bah. Namun Allah Swt menurunkan burung "ababil" yang menyerang tentara Raja Abrahah sehingga tentara bergajah itu hancur lebur seperti daun di makan ulat.

Maulid Nabi Muhammad Saw, dilaksananakan dengan banyak tujuan. Pertama, mengingatkan umat Islam akan perjuangan Nabi Muhammad Saw sehingga timbul mahabbah kepada beliau. Meskipun namanya maulid, tujuannya bukan hanya mengingat hari kelahirannya saja. Tetapi sosok beliau, kemuliaan beliau, sirah beliau, dan seterusnya sehingga timbul mahabbah kepada beliau.

Maulid sangat diperlukan sekarang ini. Arus informasi yang mengalir deras di kalangangan masyarakat dan umat Islam, seringkali melupakan umat pada nabinya. Generasi muda lebih hafal nama-nama pemain sepak bola, bahkan sejarah hidupnya. Tapi apakah mereka masih mengingat sejarah hidup dan perjuangan Nabi Muhamad Saw. Anak-anak lebih suka melihat cerita-cerita di film kartun, daripada mendengar kisah perjalanan dan perjuangan menyebarkan agama Islam oleh Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya. Bukankah hal ini menjadi keprihatinan kita semua?

Kedua, maulid adalaha wahana. Wahana untuk beribadah. Bersedekah, bersilaturahim, membaca sholawat, mengaji, dan sebagainya. Semua tampak pantas dan pas dilakukan pada saat merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw. Dengan tujuan memperingati Maulid Nabi Muhamad Saw orang-orang kaya mengeluarkan sedekahnya, untuk memberi makan kepada tetangga dan saudaranya. Si kaya si miskin bersatu dalam suatu forum yang tujuannya untu memuliakan Nabi Muhammad Saw.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw juga wahana yang tepat sekali, untuk membaca sholawat. Bukankah sholawat sangat dianjurkan dalam Islam? Bukankah membaca sholawat juga akan mendatangkan kebaikan bagi umat Islam? Bukankah dengan sholawat kita dapat menunjukkan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Saw?

Di forum-forum maulid, kita melihat para ulama mengaji, para kiai menyampaikan pesan-pesan kebaikan, so what? Apalagi yang harus dipersoalkan? Apakah maulid dapat dianggap menciptakan ibadah baru yang tidak pernah dilaksanakan oleh oleh nabi? Tentu tidak, karena maulid hanya wasilah, wahana dan momentum untuk memperbarui dan meningkatkan kecintaan kita kepada Nabi Muhamamd Saw.

Ketiga, maulid adalah berkisah, yaitu momentum yang tepat untuk menceritakan kisah sejarah dan kemuliaaan Nabi Muhammad Saw. Beliau adalah uswatun hasanah, tapi bagaimana cara mencotoh beliau? Apa saja yang harus dicontoh dari beliau? Pada peringatan maulid itulah, salah satu momentum yang tepat, untuk menceritakan kemuliaan akhlak yang dapat dicontoh oleh kita semua. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw tahun 1442 H, semoga kita dapat meneladani akhlak mulia beliau sehingga kita dapat terverifikasi sebagai Umat Muhammad Saw. Allohumma sholli ala sayyidina Muhammad! 

3 Comments:

DARWI MUHAMMAD mengatakan...

Dualisme pemikiran tentang maulid, terima kasih ilmunya kang.

Esensi dari peringatan atau tidak adanya peringatan belum diulas. Mugi²o selalu dikaruniai keberkahan. Aamiin

Kang Ansorie mengatakan...

aamiin...

auliya mengatakan...

Peringatan maulid untuk selanjutnya kita berusaha tauladani di kehidupan sehari-hari semampu dan sungguh sungguh
Setelah peringatan usai... Keren Pak

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes